Formipa

Formipa ada singkatan dari Forum Mahasiswa IPA seluruh Indonesia. Mungkin bagi orang awam mengira bahwa Formipa hanyalah suatu kegiatan yang mengumpulkan perwakilan-perwakilan dari jurusan IPA seluruh IndonesIa. Padahal lebih dari itu, Formipa sendiri sebenarnya adalah suatu organisasi atau ikatan mahasiswa IPA seluruh Indonesia yang sejatinya memiliki seorang ketua umum dan wakil ketua umum, hingga koordinator wilayah tiap daerah. 

Tuan rumah Formipa musyawarah nasional ke-VIII atau sering disebut Munas ke-VIII pada tahun 2021 ini adalah Universitas Negeri Yogyakarta, dengan pembukaan Formipa pada tanggal 29 Mei 2021 yang dilaksanakan secara online melalui zoom meetings. Hal ini sangat menarik karena serangkaian acara tersebut dimulai dari sambutan ketua pelaksana, sambutan ketua umum tahun sebelumnya, dan beberapa sambutan dari dosen-dosen UNY.

Pada hari pertama juga terdapat talkshow yang menarik. Kenapa bisa menarik? Karena pada session talkshow ini dijelaskan sejarah dan tujuan Formipa oleh ketua umum tahun lalu. Ini adalah poin pentingnya. Beberapa tamu yang hadir di forum ini ada beberapa yang belum paham mengenai formipa. Oleh karena itu, diharapkan setelah session talkshow, para tamu undangan dapat mengenal Formipa lebih jauh dan mengerti apa peran kehadiran mereka disini. (Setiap universitas hanya dapat mengundang 2 mahasiswanya sebagai perwakilan dan tentu saja yang diundang adalah universitas yang memiliki jurusan IPA atau Tadris IPA)

Untuk perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan IPA Universitas Negeri Surabaya sendiri adalah saudara Nur Rasyid Bagus Santoso selaku ketua HMJ IPA Unesa periode 2021-2022 dan ditemani saudara Catur Surya selaku ketua departemen Bakat dan minat HMJ IPA Unesa periode 2021-2022.

Acara selanjutnya, yaitu laporan pertanggungjawaban periode tahun lalu 2020-2021 per-tiap wilayah. Pada tahun lalu, Formipa munas ke-VII masih terbagi menjadi 3 wilayah. Namun, pada hasil Formipa munas ke-VIII ini menghasilkan perubahan jumlah wilayah yang awalnya tiga wilayah menjadi lima wilayah. Yakni:

Wilayah 1 : DIY dan Jateng

Wilayah 2 : Jatim dan Madura

Wilayah 3 : Jabar, DKI Jakarta, Banten

Wilayah 4 : Sumatera, Kalimantan, kep. Riau

Wilayah 5 : Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua

Jika dijumlahkan 5 wilayah tersebut terdiri dari 35 Universitas seluruh Indonesia. 

Pada hari ke dua (30 Mei 2021), masih membahas tentang laporan pertanggungjawaban, yaitu LPJ bidang media, bendahara, sekretaris, dan ketua. Setelah membahas laporan pertanggungjawaban periode sebelumnya, barulah dimulai pembacaan anggota baru Formipa tahun ini hingga pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan wakil ketua tiap wilayah. Untuk pemilihan ketua umum adalah dengan melalui voting suara tiap universitas. Namun, untuk pemilihan koordinator wilayah dilaksanakan melalui musyawarah tiap wilayahnya masing-masing.

Kemudian pembahasan ADART/GBHK yang memakan waktu hingga dua hari. (GBHK/Garis Besar Haluan Kerja adalah suatu pedoman tertulis untuk melakukan kerja satu tahun kedepan). Pada hari ke tiga atau hari terakhir (5 Juni 2021), melanjutkan pembahasan ADART dan GBHK hingga selesai. Kemudian penetapan anggota pengurus baru Formipa, serah terima jabatan Ketua Umum dan Wakil ketua umum Formipa, penetapan koordinator wilayah, hingga agenda terakhir adalah pemilihan tuan rumah formipa tahun depan atau Formipa munas ke-IX jatuh kepada Universitas Trunojoyo Madura.

Formipa munas VIII yang ditutup oleh penampilan after movie Formipa, cover lagu, hingga video clip dari HMJ IPA UNY yang sangat menarik dan kreatif. Penampilan tersebut sukses menghibur tamu undangan Formipa sehingga munas ke-VIII ini terasa sangat bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *